ESP8266: Yang Perlu Kamu Ketahui

posted in: Modul | 4

Kalau kamu sudah berhari-hari berkutat dengan ESP8266 ESP-01, kemungkinan besar kamu sudah akrab dengan hal-hal yang mimin sebutkan di bawah ini. Buat kamu yang masih mulai mencoba menggunakan chip ESP-01, beberapa hal di bawah ini mungkin perlu kamu ketahui supaya bisa makin akrab sama ESP-01 🙂

#1 Gak breadboard friendly

Seperti yang kalian ketahui ESP8266 ESP-01 yang memiliki 2 x 4 pin berjajar membuat modul ini gak bakalan pas untuk ditancapkan ke sebagian besar breadboard yang beredar di pasaran. Solusinya adalah buat rangkaian sendiri dengan 2 x 4 pin female header dijajarkan seperti yang mimin buat ini.

#2 Gak 5V friendly

Yup, ESP8266 ESP-01 berjalan pada tegangan kerja 3.3v. Kamu akan membutuhkan logic converter kalau ingin dapat berkomunikasi UART dengan sistem yang memliki tegangan kerja 5v. Selain itu, ESP8266 ESP-02 juga tidak memiliki internal voltage regulator, sehingga kamu harus ekstra hati-hati dengan besartegangan yang kamu masukan ke pin Vcc.

#3 Dua cara

Ada dua macam cara untuk menggunakan ESP8266 ESP-01, cara pertama ialah menggunakan antarmuka serial UART, cara kedua adalah dengan memanfaatkan SoC mikrokontroler yang ada pada ESP-01. Namun, kamu akan menemukan >90% orang menggunakan opsi pertama karena opsi kedua terlalu ribet dan dianggap kurang mumpuni (cuma punya 2 pin GPIO).

#4 Reset melulu

Dari poin-poin yang disebutkan di atas, mungkin ini yang paling menyebalkan. Modul ESP-01 nya sih bisa menerima perintah AT, tapi tak lama berselang tiba-tiba modul reset sendiri berulang kali. Nah, reset ini seringkali terjadi karena pasokan arus yang diterima oleh modul tidak mencukupi.

Seperti halnya modul WiFi lain, ESP8266 memiliki konsumsi daya yang cukup boros. Dalam datasheet disebutkan bahwa penggunaan daya mencapai 170mA typical untuk Tx 802.11b, dengan rata-rata di atas 100mA untuk penggunaan normal. Wiih, padahal draw current pada Arduino ATMega based saja hanya 20mA, sedangkan pada chip FTDI FT232RL maximum draw current untuk output Vcc hanya sebesar 24mA. Angka tersebut jelas jauh dari 100mA. Mimin punya beberapa tips untuk mengatasinya:

  • Berikan arus yang mencukupi. Anggap saja kebutuhan arus modul ESP8266 sebesar 300mA agar aman, lalu hitung kebutuhan arus keseluruhan projectmu. Gunakan sumber daya terpisah untuk ESP8266. Mimin sendiri selalu menyalakan ESP8266 menggunakan adapter 5v 1A yang sudah diregulasi ke 3.3v ketika memprogram. Gak ada yang namanya reset-reset lagi :)
  • Pasang elco 470 uF pada sirkuit Vcc dan GND untuk meminimalisir reset apabila terjadi fluktuasi tegangan.
  • Tambahkan decoupling capacitor 0.1uF pada Vcc dan GND berdekatan dengan pin ESP-01. Decoupling capacitor ini berfungsi sebagai peminimalisir noise yang dapat mengganggu stabilitas daya.

#5 Udah yakin bener tapi tetep gak bisa?

Pernah ngalamin program ga diapa-apain tapi tiba-tiba ga bisa? AT+RESTORE adalah solusinya!

 

Mau lihat tutorial ESP8266 lainnya? Klik di sini 🙂

 

4 Responses

  1. Njir bener gan, ini kejadian yang sama yang ane alamin sekarang. BTW versi -01 agak kebangetan ya gan. Kalo ESP versi lainnya kira” kaya gini juga ngga ya ??

  2. Wah sama persis yang ane alamin sekarang, sampe” ane beli 2 kali ternyata sama aja.
    Kalo versi ESP lainnya seperti ini juga ngga ya min ??

    • sinauarduino

      memang seperti itu kak, rada menyebalkan emang hehe, tapi kalau udah terbiasa dan tau caranya pasti enjoy. Saran mimin di atas coba dilakukan ya, semoga membantu 🙂

  3. Aditya Yulinar Novitasari

    kira-kira berapa jarak komunikasi yang dapat dilayani oleh esp seri ini ya?

Leave a Reply