Induktor

posted in: Belajar Komponen | 0

Pengertian Induktor

Induktor merupakan komponen elektronika  yang berperan sebagai pengatur frekuensi, filter dan penyampung/kopel. Struktur utama dari induktor adalah kawat yang dililitkan pada inti besi dan membentuk koil. Induktor memiliki sifat induktansi, yang berarti bahwa jika arus listrik mengalir dan meningkat, maka medan magnet juga akan meningkat sesuai dengan perubahan arus. Medan Magnet yang ditimbulkan tersebut dapat menyimpan energi dalam waktu yang relatif singkat. Prinsip dasar Induktor, berdasarkan Hukum Induksi Faraday.

Kemampuan Induktor dalam menyimpan energi magnetik disebut dengan Induktansi dimana satuan unitnya adalah Henry (H). Satuan Henry pada umumnya terlalu besar untuk induktor pada umumnya dalam rangkaian elektronika. Oleh Karena itu, Satuan-satuan yang merupakan turunan dari Henry digunakan untuk menyatakan kemampuan induktansi sebuah Induktor atau Coil. Satuan-satuan turunan dari Henry tersebut diantaranya adalah miliHenry (mH) dan microHenry (µH). Simbol yang digunakan untuk melambangkan Induktor dalam rangkaian elektronika adalah huruf “L”.

Simbol Induktor

Simbol Induktor

Dapat kamu lihat pada gambar di atas merupakan simbol-simbol dari induktor. Sebuah induktor memiliki bermacam-macam inti yang akan mempengaruhi nilai induktansi. Berikut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi induktansi pada induktor:

  • Jumlah lilitan, semakin banyak lilitan, maka semakin tinggi atau besar nilai induktansinya.
  • Diameter induktor, semakin besar diameter induktor, maka semakin besar nilai induktansinya.
  • Permeabilitas Inti, merupakan jenis bahan inti induktor yang digunakan. Inti suatu induktor bisa berupa udara alias kosong, besi, dan ferit.
  • Ukuran Panjang Induktor, semakin pendek induktor (Koil), maka semakin tinggi nilai induktansinya.

Jenis-Jenis Induktor

Induktor

Induktor Toroida

Induktor dapat dikategorikan berdasarkan bahan inti dan bentuknya. Berikut diantaranya:

  • Air Core Inductor, menggunakan udara sebagai intinya.
  • Iron Core Inductor, menggunakan bahan besi sebagai inti.
  • Ferrite Core Inductor, menggunakan bahan ferit sebagai intinya
  • Torroidal Core Inductor, menggunakan inti berbentuk O Ring (Donat).
  • Laminated Core Inductor, menggunakan inti yang terdiri dari beberapa lapis lempengan logam yang ditempelkan secara paralel. Pada masing-masing lempengan diberikan bahan isolator.
  • Variable Inductor, merupakan induktor yang nilai induktansinya dapat diubah sesuai keinginan. Inti dari Variable Inductor pada umunya terbuat dari Ferit yang dapat diputar putar.

Kegunaan Induktor

Fungsi-fungsi Induktor atau Coil diantaranya adalah dapat menyimpan arus listrik dalam medan magnet, menapis (Filter) Frekuensi tertentu, menahan arus bolak-balik (AC), meneruskan arus searah (DC) dan pembangkit getaran serta melipatgandakan tegangan.

Berdasarkan Fungsi diatas, Induktor atau Coil ini pada umumnya diaplikasikan sebagai :

  • Filter dalam Rangkaian yang berkaitan dengan Frekuensi
  • Transformator (Transformer)
  • Motor Listrik
  • Solenoid
  • Relay
  • Speaker
  • Microphone

 

“Ilmu tidak akan berkurang atau habis karena dibagi”

Salam sinauarduino.com

 

Leave a Reply