Resistor

posted in: Belajar Komponen | 0

Pengertian Resistor

Resistor dalam rangkaian elektronika disebut juga sebagai hambatan. Disebut sebagai hambatan karena komponen ini berfungsi menghambat arus yang mengalir pada rangkaian. Satuan yang digunakan dalam resistor adalah ohm (Ω). Dampak penggunaan resistor adalah turunya tegangan listrik yang berbanding terbalik dengan nilai hambatan. Dengan demikian, semakin besar nilai hambatan resistor, maka semakin kecil nilai tegangan yang mengalir dan semakin besar arus listrik yang dihambat.

Jenis-Jenis Resistor

Berdasarkan nilai hambatannya, resistor terbagi kedalam:

  1. Resistor yang memiliki nilai hambatan tetap
  2. Resistor yang nilai hambatanya dapat berubah-ubah atau disebut juga sebagai variable resistor. aplikasi penggunaanya pada pengatur volume, pengatur bass, treble speaker, dll.
  3. Resistor yang dapat berubah akibat perubahan intensitas cahaya, atau yang sering disebut LDR (Light Dependent Resistor).
  4. Resistor yang dapat berubah nilai hambatannya akibat pengaruh suhu. Resistor jenis ini ada dua yaitu PTC (Positive Temperature Coefficient) dan NTC (Negative Temperature Coefficient).
Nama KomponenGambarSimbol
Resistor
(Nilai Tetap)

Variable Resistor
LDR
(Light Dependent Resistor)
Thermistor
(PTC/NTC)

Cara Membaca Nilai Resistor

Dalam mengkodekan nilai resistansi pada resistor, digunakan sistem warna atau gelang warna dan angka. Pada sistem gelang warna digunakan indeks warna sebagai berikut:

Tabel Warna

 

Perlu kamu ketahui bahwa kode warna pada resistor terdapat tiga jenis yaitu kode gelang 4 warna, 5 warna, dan 6 warna. Berikut Ilustrasinya:

Kode Warna Resistor

Nah sekarang mari kita coba baca nilai resitansi pada resistor diatas.

#Resistor 4 Kode Warna

Resistor dengan 4 kode warna diketahui sebagai berikut:

Pita ke-1 berwarna merah yang menunjukan nilai 2. Pita ke-2 berwarna hijau yang menunjukan nilai 5. Pita ke-3 berwana orange yang menunjukan nilai 3. Pada sistem 4 warna, Pita ke-3 menunjukan orde atau faktor pengali, sehingga nilai resistor sekaran adalah 25 x 1000 = 25000 ohm atau 25k ohm. Pita ke-4 menunjukan nilai toleransi yang pada resistor di atas pita ke-4 berwarna gold (emas), sehingga toleransi resistansi pada nilai 5%.

#Resistor 5 Kode Warna

Pada sistem 5 warna diketahui sebagai berikut:

Pita ke-1 berwana kuning yang menunjukan nilai 4. Pita ke-2 berwarna biru yang menunjukan nilai 6. Pita ke-3 berwana hitam yang menunjukan nilai 0. Pita ke-4 berwana orange yang menunjukan nilai 1k. Pita ke-4 ini merupakan pita faktor pengali. Sehingga nilai resistansi sekarang adalah 460 x 1k = 460000 ohm atau 460k ohm. Pita ke-5 merupakan pita toleransi, dimana pada pita ke-5 tersebut berwana coklat sehingga toleransi resistor tersebut adalah 1%.

#Resistor 6 Kode Warna

Pada sistem 6 warna diketahui sebagai berikut:

Pita ke-1 berwana merah yang menunjukan nilai 2. Pita ke-2 berwarna ungu yang menunjukan nilai 7. Pita ke-3 berwana biru yang menunjukan nilai 6. Pita ke-4 berwana orange yang menunjukan nilai 1k. Pita ke-4 ini merupakan pita faktor pengali. Sehingga nilai resistansi sekarang adalah 276 x 1k = 276000 ohm atau 276k ohm. Pita ke-5 merupakan pita toleransi, dimana pada pita ke-5 tersebut berwana gold (emas) sehingga toleransi resistor tersebut adalah 5%. Pita ke-6 pada sistem 6 warna menunjukan koefisien suhu atau nilai kenaikan suhu operasi dimana pita ke-6 berwarna coklat yang bernilai 1000ppm /derajat celcius.

#Resistor Kode Angka

Sistem angka biasanya digunakan pada resistor SMD (Surface-Mount Device). Komponen SMD biasa digunakan pada sistem yang menghendaki ukuran board PCB yang kecil. Contoh mudahnya pada board arduino yang kamu gunakan itu menggunakan komponen SMD. Nah berikut Mimin contohkan variasi nilai pada komponen SMD Nilainya:

Resistor SMD

 

Pada resistor SMD, dua digit pertama menunjukan nilai sedangkan digit selanjutnya adalah faktor pengali atau jumlah nol.

Nilai resistansi pada LDR dan Thermistor dapat kamu ketahui dengan menggunakan multimeter seperti ilustrasi berikut:

Membaca Resistansi Dengan Multimeter

Langkah-langkah yang dapat kamu lakukan dalam mengukur resistansi pada LDR dan Thermistor adalah:

  1. Atur atau posisikan multimeter sebagai Ohm meter.
  2. Hubungkan kedua terminal Thermistor atau LDC pada probe multimeter.
  3. Amati jarum atau nilai yang ditunjukan pada multimeter.
  4. Berikan perubahan suhu pada thermistor atau intensitas cahaya pada LDR dan amati perubahan nilai resistansi yang terjadi.

 

 

“Tidak ada orang hebat yang malas belajar”

Salam sinauarduino.com

Leave a Reply